Widget edited by super-bee

Minggu, 30 Maret 2014

TUGAS Tengah Semester Sastra Banding


TINJAUAN STRUKTURAL TERHADAP PUISI “SENDIRI” KARYA M. BONIEX NURWEGA DAN PUISI “ALONE” KARYA EDGAR ALLAN POE

Sebuah Kajian Sastra Bandingan



Diajukan Sebagai Tugas Tengah Semester
Mata Kuliah Sastra Banding







1.      Dian Sukma Raharja       A310110107

2.      Ima Yustisia Reshi           A310110115

KELAS C








PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2013



A.    Puisi Utuh

1.      Puisi Indonesia
SENDIRI
Ku coba tersenyum dalam tidurku
Tak peduli apapun yang terjadi
Karena harapan, asa, semua kan lebih baik
Saat ku terbangun
Adakah tanya telah terjawab?
Adakah tawa telah menjawab?
Sendiri menuju sunyi
Hingga yang tersisa hanya aku dan bahagia
Ku buka mata dia telah tiba
Membawa pesan di kedua tangannya
Mengajak berlari, menyusuri, jauh ke tempat terindah
Dan tak lagi terbangun
Sendiri menuju sunyi
Hingga yang tersisa hanya aku dan bahagia
Tak pernah beranjak, tak pernah beranjak

M. Boniex Nurwega 

2.      Puisi Barat/LirikLagu Barat
Alone
From childhood's hour I have not been
As others were; I have not seen
As others saw; I could not bring
My passions from a common spring.

From the same source I have not taken
My sorrow; I could not awaken
My heart to joy at the same tone;
And all I loved, I loved alone.

Then- in my childhood, in the dawn
Of a most stormy life- was drawn
From every depth of good and ill
The mystery which binds me still:

From the torrent, or the fountain,
From the red cliff of the mountain,
From the sun that round me rolled
In its autumn tint of gold
.

From the lightning in the sky
As it passed me flying by,
From the thunder and the storm,
And the cloud that took the form
(When the rest of Heaven was blue)
Of a demon in my view. 
Edgar Allan Poe


ALONE

Dari jam milik masa kanak dimana aku belum ada
Seperti yang lain: aku belum melihat
Seperti yang orang-orang saksikan; aku tak mampu membawa
kehendak hasratku dari musim semi yang datar ini

Dari  ujung hulu yang sama belum juga aku ambil
Kesedihanku; aku sungguh  tidak mampu membangun
hatiku agar bergembira pada  lirih  bunyi yang sama;
Sebab  dari seluruh yang aku cintai, aku begitu mencintai kesendirian

Kemudian dalam  masa kanakku, di sebuah fajar
Lewat  hidup yang maha membadai— sudah tergambar
Setiap dasar kedalaman dari yang sehat dan yang sakit
Rahasia dimana terus menerus aku terjepit.

Dari seluruh aliran air yang mengucur ataupun yang memancur
Dari jurang-jurang diantara rongga pegunungan
Dari matahari yang rutin mengitari aku  untuk menggulirkan  
aroma cahaya  musim gugurnya yang kekuningan

Dari  kilatan-kilatan di langit
Yang seolah mengajak aku terbang
Dari lenguh guruh maupun  pangkal badai
Dari payung  mendung yang kepadaku nyaris sampai
(ketika surga jadi teramat biru)
Iblis  bermukim di sekujur  pandanganku.
Edgar Allan Poe












B.     Pembahasan
Metode pembahasan yang dipergunakan adalah metode analisis, yaitu cara-cara mengkaji atau menganalisis unsur struktural  puisi “alone” karya  Edgar Allan Poe dan puisi “sendiri” karya M. Boniex Nurwega  yang dijadikan objek pembahasan untuk mengetahui diksi, citraan, bahasa kias, sarana retorika, bait dan baris, nilai budaya, persajakan, emosi, ide, serta pengalaman jiwa yang dipergunakan oleh pengarangnya. Langkah-langkah yang akan ditempuh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: pertama menemukan persamaan di antara kedua puisi itu, kedua membandingkan bahasa puisi seperti: diksi, citraan, kiasan; ketiga membandingkan bentuk puisi: bait dan baris, nilai bunyi, persajakan; keempat membandingkan isi puisi: narasi, emosi, dan ide.
1.      Persamaan Kedua Puisi
            Membandingkan dua puisi perlulah mengetahui terlebih dahulu persamaan apa saja yang terdapat dalam kedua puisi ini. Persamaan itu berasal dari tema yang diangkat dan penggunaan akulirik.
Persamaan kedua puisi diatas adalah:
Persamaan dari judul puisi tersebut  yang  pertama “alone” karya dari Edgar Allan Poe memiliki arti yang sama dengan puisi “sendiri” karya M. Boniex Nurwega 
Kedua puisi tersebut mengangkat tema yang sama yaitu tenntang kesendirian
2.      Perbandingkan Bahasa Puisi
            Perbandingan bahasa puisi yang terdapat dalam kedua puisi akan dikaji dengan tiga hal yakni diksi, citraan dan kiasan. Berikut ini adalah pembahasan mengenai perbandingan bahasa puisi pada kedua puisi tersebut.
a.       Diksi
Persoalan pemilihan kata merupakan masalah yang sungguh-sungguh esensial untuk melukiskan dengan sejelas-jelasnya wujud dan perincian materi. Diksi sendiri berarti pemilihan kata, yaitu pemilihan kata yang digunakan penyair untuk mencari kata yang tepat dan sesuai dengan bentuk puisi dan tema yang dikandungnya, sehingga menghasilkan jiwa penyair secara tepat, setidak-tidaknya mendekati kebenaran.
Pemilihan kata dari puisi “alone” karya  Edgar Allan Poe sudah bagus dan sesuai dengan tema yang diangkat,  dan kata yang dipilih beragam sehingga membuat puisi Nampak indah dan mudah dipaham. Pemilihan kata dari puisi “sendiri” karya M. Boniex Nurwega sudah cukup baik, meskipun pemilihan katanya kurang beragam tetapi puisi tersebut mampu di pahami oleh pembaca.

b.      Citraan
Citraan atau imagi (imageri) adalah gambaran angan yang timbul setelah seseorang membaca karya sastra dalam hal ini puisi. Imageri dapat kita pakai sebagai hal untuk memperkuat serta memperjelas daya bayang pikiran manusia dan nantinya akan menjelmakan gambaran nyata.
Citraan yang digunakan dalam puisi “alone” karya  Edgar Allan Poe adalah citraan pendengaran, dibuktikan dengan “ lirih  bunyi yang sama “. Citraan penglihatan, dibuktikan dengan ”sudah tergambar Setiap dasar kedalaman “dan “Iblis  bermukim di sekujur  pandanganku”.Citraan penciuman, dibuktikan dengan “aroma cahaya  musim gugurnya “.
Citraan yang digunakan dalam puisi “sendiri” karya M. Boniex Nurwega adalah citraan pendengaran, dibuktikan dengan “Adakah tawa telah menjawab?”.Citraan penglihatan, dibuktikan dengan “Ku buka mata dia telah tiba”.
Dari kedua puisi tersebut, puisi “alone” karya  Edgar Allan Poe menggunakan citraan yang lebih banyak dari pada puisi “sendiri” karya M. Boniex Nurwega. 

c.       Bahasa Kias
Bahasa kias atau gaya bahasa adalah suatu alat untuk melukiskan, menggambarkan, menegaskan inspirasi atau ide dalam bentuk bahasa dengan gaya yang mempesona (Jalil, 1985:31).  Dalam puisi “alone” karya  Edgar Allan Poe menggunakan gaya bahasa Hiperbola. Hiperbola adalah kiasan yang menyatakan sesuatu secara berlebihan, ini dibuktikan dalam “aroma cahaya  musim gugurnya yang kekuningan”, “Dari payung  mendung yang kepadaku nyaris sampai” dan  “Iblis  bermukim di sekujur  pandanganku”.
            Dalam puisi “sendiri” karya M. Boniex Nurwega menggunakan gaya bahasa hiperbola,ini dibuktikan dengan “Sendiri menuju sunyi, Hingga yang tersisa hanya aku dan bahagia” dan “Mengajak berlari, menyusuri, jauh ke tempat terindah”.
            Dari kedua puisi tersebut menggunakan gaya bahasa hiperbola.



3.      PerbandinganBentukPuisi
            Perbandingan bentuk puisi yang terdapat dalam kedua puisi akan dikaji dengan tiga hal yakni bait dan baris, nilai bunyi, persajakan. Berikut ini adalah pembahasan mengenai perbandingan bahasa puisi pada kedua puisi tersebut:
a.       Bait dan baris
Dalam puisi “alone” karya  Edgar Allan Poe terdiri 5 bait dan 22 baris. Dalam puisi “sendiri” karya M. Boniex Nurwega terdiri dari 6 bait dan 15 baris. Dari kedua puisi tersebut puisi “alone” memiliki bait yang lebih sedikit daripada puisi “sendiri” tetapi mempunyai baris yang lebih banyak.
b.      Nilai bunyi
Nilai bunyi erat hubungannya dengan ritme dan rima. Tarigan (1985: 37-38), membagi nilai bunyi menjadi dua macam yakni euphony dan cacophony. Euphony adalah perulangan bunyi atau rima yang cerah, ringan, yang menunjukkan kegembiraan serta keceriaan dalam dunia puisi. Biasanya bunyi-bunyi i, e, dan a merupakan bunyi keceriaan. Cacophony adalah perulangan bunyi-bunyi yang berat menekan, menyeramkan, mengerikan seolah-olah seperti suara desau atau suara burung hantu. Biasanya bunyi-bunyi seperti ini diwakili oleh vokal-vokal o, u, e, atau diftong au.
Di dalam isi kedua puisi tersebut terdapat perulangan bunyi atau rima yang berbeda. Dalam puisi  alone” karya  Edgar Allan Poe terdapat rima atau perulangan bunyi a,io,u,e yang berarti sebuah keceriaan dan juga kesedihan sesuai dengan tema puisi tersebut. Dalam puisi “sendiri” karya M. Boniex Nurwega terdapat rima atau perulangan bunyi a, i, u yang berarti keceriaan tetapi lebih menekankan dalam kesedihan sesuai dengan tema puisi tersebut yang mengisahkan tentang kesendiriannya. Dalam puisi “sendiri” karya M. Boniex Nurwega

c.       Persajakan
Persajakan ada dua macam, yaitu persajakan berdasarkan tempat dan persajakan susunan. Berdasarkan tempat  masih dibagi lagi, yaitu persajakan awal dan persajakan akhir. Persajakan awal, yaitu apabila perulangan bunyi terdapat pada tiap-tiap awal perkataan. Persajakan akhir apabila perulangan itu dijumpai pada akhir setiap kata dalam satu baris. Berdasarkan susunannya persajakan masih dibagi lagi, yaitu persajakan berangkai, berulang dan berpeluk. Persajakan berangkai apabila persamaan bunyi aa, bb, cc dan seterusnya. Persajakan berulang  apabila persamaan bunyinya abac, cdce. Persajakan berpeluk apabila persamaan bunyinya abba, cddc (Tarigan, 1985:35--36). Dalam puisi  alone” karya  Edgar Allan Poe persajakannya adalah  aabb, aaaa, ccbb, bbac, ddccaa. Dalam puisi “sendiri” karya M. Boniex Nurwega persajakannya adalah abba, cc, bc, ccca, bc, c . Dari kedua puisi tersebut persajakan puisi  alone” karya  Edgar Allan Poe lebih bervariatif dibandingkan dengan puisi “sendiri” karya M. Boniex Nurwega.
4.      Perbandingan Isi Puisi
            Perbandingan isi puisi yang terdapat dalam kedua puisi akan dikaji dengan tiga hal yakni narasi, emosi, dan ide. Bagian isi puisi berupa narasi menjelaskan atau menceritakan isi puisi. Bagian isi puisi berupa emosi artinya menyatakan emosi apa yang dirasakan penyair ketika menuliskan puisi tersebut. Bagian isi puisi berupa ide artinya menyebutkan ide yang dikemukakan dalam puisi tersebut.
Perbandingan kedua puisi tersebut dilihat dari segi narasi adalah puisi  alone” karya  Edgar Allan Poe dan “sendiri” karya M. Boniex Nurwega menggunakan bahasa yang berbeda, tetapi mempunyai makna dan isi yang sama yaitu tentang kesendirian.
Perbandingan dari segi emosi adalah dari kedua puisi tersebut puisi  “sendiri” karya M. Boniex Nurwega lebih menonjolkan emosinya dari pada puisi  alone” karya  Edgar Allan Poe. Sehingga puisi  karya M. Boniex Nurwega lebih menarik untuk dibaca karena emosi dari puisi tersebut sudah tersampaikan kepada para penbacanya.
Dilihat dari segi ide puisi  alone” karya  Edgar Allan Poe memiliki ide yang lebih komplek, dan mumpunyai kosa kata yang lebih banyak dan menarik. Sedangkan  tersebut puisi  “sendiri” karya M. Boniex Nurwega mempunyai ide yang simple namun tetap dalam maksud dari puisi tersebut , bahasa yang digunakan juga sering dipakai oleh para pembaca sehingga lebih mudah memahami dari puisi tersebut.














C.     Simpulan

Dari membandingkan puisi  alone” karya  Edgar Allan Poe dan puisi  “sendiri” karya M. Boniex Nurwega dapat disimpulkan bahwa sebuah karya sastra mempunyai persamaan dengan karya sastra yang lainnya, dalam hal ini puisi barat dan puisi Indonesia. Banyak persamaan dan perbedaan dari segi judul puisi itu sendiri, tema yang diangkat, citraaan, bahasa kias, bait dan baris, nilai bunyi sampai persajakan.  puisi  alone” karya  Edgar Allan Poe lebih banyak bermain dengan bahasa kias dan citaaan yang banyak sedangkan puisi  “sendiri” karya M. Boniex Nurwega lebih menekankan dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami oleh para pembaca.

























DAFTAR RUJUKAN

Guntur, Tarigan Henry, 1985. Prinsip-Prinsip Dasar Sastra. Bandung: PN.Angkasa
Jalil, Danie Abdul.1985. Teori dan Periodesasi Puisi Indonesia. Bandung: PN. Angkasa
»»  READMORE...

ARTIKEL ILMIAH


KAJIAN FEMINISME DALAM PUISI “MUSLIMAH” KARYA MARIA ULFA DAN LIRIK LAGU “KUPU-KUPU BAJA” CAPTAIN JACK BAND
Dian Sukma Raharja  A 310110107
Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Email  : Dianuchiha41@yahoo.com

Abstrak
Perempuan atau biasa disebut wanita adalah sosok makhluk yang diciptakan oleh Tuhan dari tulang rusuk Adam. Awal hadirnya perempuan yaitu kehadiran Hawa, yang diciptakan untuk menemani Adam menjalani perintah Tuhan di dunia ini. Perempuan diciptakan bukan hanya semata-mata untuk menjadi objek pemuas dari manusia. Mereka terlahir dari kesucian yang hakiki tanpa adanya kebusukan didalamnya. Tapi pada kenyataannya sekarang ini perempuan masih dianggap sebagai bentuk ketidakaturan dari dunia ini.  Dan dari sisi inilah pada akhirnya melahirkan berbagai karya sastra yang mengangkat tema perempuan.Puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif serta disusun dengan mengkonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan mengkonsentrasikan struktur fisik maupun batinnya. Dalam dunia sastra, feminisme dapat digunakan sebagai pendekatan dalam kritik sastra. Dalam mengkaji sebuah puisi maupun lirik lagu , harus menentukan terlebih dahulu apa saja metode yang digunakan dalam menganalisis, selain itu juga menentukan objek penelitian dan juga metode pengumpulan data yang akan digunakan. Dalam menganalisis antara Puisi “muslimah” Karya Maria Ulfa dan Lirik lagu “kupu-kupu baja” dari Captain Jack Band terdapat persamaan dan perbedaan didalamnya. Persamaannya dapat dilihat dari tema yang diangkat sedangkan perbedaannya terdapat pada penggambaran dari sosok Perempuan.
Kata kunci : Perempuan, Feminisme, Puisi, Lirik lagu



Pendahuluan
Sebuah karya sastra tidak lahir dalam situasi kosong kebudayaannya, termasuk dalamnya situasi sastra (teeuw, 1980 dalam Rachmat; 2003). Puisi merupakan genre sastra yang memiliki daya pengimajian yang tinggi. Oleh karena itu puisi menempati posisi yang istimewa, dianggap sebagai bentuk sastra yang paling sastra. Waluyo (1997:25) mengungkapkan bahwa puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif serta disusun dengan mengkonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan mengkonsentrasikan struktur fisik maupun batinnya.
Kosasih (2003 : 207) menyatakan pula bahwa puisi adalah bentuk karya sastra yang menggunakan kata-kata yang indah dan kaya makna. Bahasa yang digunakan dalam puisi berbeda dengan yang digunakan sehari-hari. Puisi menggunakan bahasa yang ringkas, tetapi mempunyai makna yang sangat kaya. Kata yang digunakan adalah kata konotatif yang mengandung banyak penafsiran dan pengertian. Puisi juga dapat bermetamorfosis menjadi bentuk lain seperti lagu,cerpen, novel, dan film.
Dalam dunia sastra, feminisme dapat digunakan sebagai pendekatan dalam kritik sastra. Seperti yang diungkapkan oleh Kolodny dalam Djajanegara (2000: 19) menyatakan bahwa kritik sastra feminis membeberkan perempuan menurut stereotip seksual, baik dalam kesusastraan maupun dalam kritik sastra, dan juga menunjukkan bahwa aliran-aliran serta cara-cara yang tidak memadai telah (digunakan untuk) mengkaji tulisan perempuan secara tidak adil dan tidak peka.
Puisi dan perempuan sudah menjadi bagian dalam siklus hidup manusia. Permasalahan mengenai perempuan membuat sebagian orang berfikir untuk membuatnya sebagai tema yang diangkat dalam puisi. Puisi dijadikan sebagai wahana menyalurkan inspirasi maupun aspirasi bagi perempuan yang lain. Tidak hanya perempuan yang mengangkat tema feminisme dalam puisinya melainkan juga pria yang mengangkat tema-tema feminisme ini. Mereka mulai menanggapi serius masalah-masalah ketidak adilan terhadap perempuan, maupun masalah kesetaraan gender yang lainnya.
Penulis memilih mengkaji aspek Feminisme dalam Puisi “Muslimah” karya Maria ulfa dan lirik lagu “kupu-kupu baja” dari Captain jack band karena keduanya mengandung keunikan dan mengangkat tema Feminisme. Feminis itu sendiri berasal dari kata ”Femme” (woman), berarti perempuan (tunggal) yang berjuang untuk memperjuangkan hak-hak kaum perempuan (jamak) sebagai kelas sosial (Ratna, 2004: 184). Tujuan feminis menurut Ratna (2004: 184) adalah keseimbangan interelasi gender. Feminis merupakan gerakan yang dilakukan oleh kaum wanita untuk menolak segala sesuatu yang dimarginalisasikan, disubordinasikan, dan direndahkan oleh kebudayaan yang dominan, baik dalam tataran politik, ekonomi, maupun kehidupan sosial lainnya. Pada dasarnya gerakan feminisme ini muncul karena adanya dorongan ingin menyetarakan hak antara pria dan perempuan yang selama ini seolah-olah perempuan tidak dihargai dalam pengambilan kesempatan dan keputusan dalam hidup. Perempuan merasa terkekang karena superioritas laki-laki dan perempuan hanya dianggap sebagai ”bumbu penyedap” dalam hidup laki-laki. Adanya pemikiran tersebut tampaknya sudah membudaya sehingga perempuan harus berjuang keras untuk menunjukkan eksistensi dirinya di mata dunia.
Menurut Ratna (2005: 226) gerakan feminis secara khusus menyediakan konsep dan teori dalam kaitannya dengan analisis kaum perempuan. Sedangkan Ritzer dalam Ratna (2005: 231) feminis termasuk teori sosial kritis, teori yang melibatkan diri dalam persoalan pokok dalam konteks sosial, politik, ekonomi, dan sejarah, yang sedang dihadapi oleh kelompok-kelompok yang berada dalam kondisi tertindas. Dalam pandangan studi kultural, ada lima politik budaya feminis, yaitu a) feminis liberal, memberikan intensitas pada persamaan hak, baik dalam pekerjaan maupun pendidikan, b) feminis radikal, berpusat pada akar permasalahan yang menyebabkan kaum perempuan tertindas, yaitu seks dan gender, c) feminis sosialis dan Marxis, yang pertama memberikan intensitas pada gender, sedangkan yang kedua pada kelas, d) feminis postmodernis, gender dan ras tidak memiliki makna yang tetap, sehingga seolah-olah secara alamiah tidak ada laki-laki dan perempuan, dan e) feminis kulit hitam dan non Barat dengan intensitas pada ras dan kolonialisme (Ratna, 2005:228).
Dalam dunia sastra, feminisme dapat digunakan sebagai pendekatan dalam kritik sastra. Seperti yang diungkapkan oleh Kolodny dalam Djajanegara (2000: 19) menyatakan bahwa kritik sastra feminis membeberkan perempuan menurut stereotip seksual, baik dalam kesusastraan maupun dalam kritik sastra, dan juga menunjukkan bahwa aliran-aliran serta cara-cara yang tidak memadai telah (digunakan untuk) mengkaji tulisan perempuan secara tidak adil dan  tidak peka.


Metodologi peneletian

Dalam mengkaji sebuah puisi maupun lirik lagu , harus menentukan terlebih dahulu apa saja metode yang digunakan dalam menganalisis, selain itu juga menentukan objek penelitian dan juga metode pengumpulan data yang akan digunakan. Untuk mengkaji feminisme dalam Puisi “muslimah” Karya Maria Ulfa dan Lirik lagu “kupu-kupu baja” dari Captain Jack Band , penulis dapat  menentukan metode yang digunakan dalam menganalisis yaitu dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif.  Penulis menggunakan metode ini dengan alasan, karena untuk mengetahui feminisme yang terkandung dalam Puisi “muslimah” Karya Maria Ulfa dan Lirik lagu “kupu-kupu baja” dari Captain Jack Band, dan juga mendeskripsikan Puisi “muslimah” Karya Maria Ulfa dan Lirik lagu “kupu-kupu baja” dari Captain Jack Band ini harus tahu gambaran secara jelas mengenai persamaan dan perbedaan dalam puisi dan lirik lagu tersebut, sehingga dengan metode inilah penulis bisa mendeskripsikannya dengan tepat, jelas, ringkas, dan juga mudah dipahami. 
Objek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Puisi “muslimah” Karya Maria Ulfa dan Lirik lagu “kupu-kupu baja” dari Captain Jack Band.  Selain metode dan juga Objek penelitian, Penulis juga menentukan metode pengumpulan data yang digunakan dalam menganalisis, yaitu dengan cara membaca Puisi “muslimah” Karya Maria Ulfa dan Lirik lagu “kupu-kupu baja” dari Captain Jack Band, dan mencari serta mencatat data-data yang berkenaan dengan feminisme yang ada pada keduanya.  Sehingga penulis bisa membandingan persamaan dan juga perbedaan feminisme dari puisi dan lirik lagu tersebut.

Pembahasan
Puisi dan lirik lagu utuh
MUSLIMAH
Ia tidak harus berbalut sutera untuk terlihat menawan
ketika busana panjang tanpa pita-pita
mampu menembus kabut pesona zaman

Ia tidak harus mendongakkan kepala untuk menyirat
kehormatan…………………….
Ketika tunduknya hati dan pandangan
menempatkan diri pada kemuliaan……………………

Ia tidak harus berhiaskan intan berlian untuk meraih
keanggunan…………………….
Ketika cahaya kesabaran akan meluruhkan kilaunya
dan butiran tasbih mulai menghitung nilai akhlaknya

Titian menuju ridha-Mu
memang tidak dihiasi mawar, melati dan sedap malam
sekali-kali saja masih tercium harumnya
karena mungkin masih ada terjaga
perilaku dan lisannya…………….

Perjalanan ke sana sungguh panjang dan meletihkan
hanya mendung dan pelangi, hanya gelap dan terang
saling berganti menyapanya………………

Ilahi, tanpa keridhoan itu
bisakah sedekah, sholat dan sujudnya
mengantar diri ke ujung pengembaraan pada-Mu

By: (Maria Ulfa) dalam buku “Pesona kepribadian Muslimah” karangan Claudia Irawan massie

Lirik lagu kupu-kupu baja – Captain jack
Dia bercerita tentang hidupnya yang selalu terjajah..
Dia sedih akan nasib kaumnya yang dianggap tak setara..

Dan terpenjara,
diperlakukan tak adil,
dia tak bisa menerima karna dia berbeda..
Berbeda…

aku tak akan lagi dianggap lemah,
dan dianggap tidak berdaya..
Aku tak ingin lagi hidup terkekang,
dengan hanya sedikit pilihan, dengarkan aku berkata..

”aku bukan makhluk lemah yang harus dimanjakan,
 ku bukan makhluk lemah yang selalu diperdaya,
makhluk lemah ini telah bermetamorfosa jadi kupu kupu baja…

aku tak akan lagi menjadi korban egoisnya kaum yang kuat..
Aku tak akan mau hanya dianggap pendamping yang selalu menurut..
Lihatlah aku berubah..

”aku bukan makhluk lemah yang harus dimanjakan,
ku bukan makhluk lemah yang selalu diperdaya,
makhluk lemah ini telah bermetamorfosa jadi kupu kupu baja…

selalu dianggap yang lebih kotor saat mereka berbuat lebih nista,
selalu dianggap hanya pelengkap dan penghias romantisme mereka,
selalu dianggap yang lebih lemah.. “kutak terimaaa..”

Ku bukan makhluk lemah yang selalu memohon untuk dilindungi,
dan tak bisa sendiri, makhluk lemah ini telah bermetamorfosa jadi kupu kupu baja.

Feminisme Dalam Puisi Muslimah Dan Lirik Lagu Kupu-kupu Baja
Dalam ilmu sastra, feminisme berhubungan dengan konsep kritik sastra feminis, yaitu studi sastra yang mengarahkan fokus analisis kepada wanita.  Berdasarkan ulasan Pendahuluan diatas, penelitian  akan mengkaji persamaan dan perbedaan feminisme yang terdapat dalam yaitu Puisi “muslimah” Karya Maria Ulfa dan Lirik lagu “kupu-kupu baja” dari Captain Jack Band, maka peneliti mencoba untuk mengungkapkan feminisme yang terdapat dalam Puisi dan Lirik lagu Tersebut
1.      Feminisme dalam Puisi Muslimah karya Maria Ulfa
Dalam puisi Muslimah karya Maria Ulfa ini , tema yang diangkat mengenai perempuan. Penggambaran sosok perempuan dalam puisi ini terlihat pada setiap baitnya. Bait-baitnya syarat akan makna yang menggambarkan perempuan yang sesungguhnya. Dilihat dari judul puisi tersebut “ Muslimah” yang menggambarkan sosok wanita yang taat beragama, menaati perintah Tuhannya dan menjauhi laranganNya.
      Penggambaranan puisi ini terlihat pada bait :
“ Ia tidak harus berbalut sutera untuk terlihat menawan
ketika busana panjang tanpa pita-pita
mampu menembus kabut pesona zaman
”
Pada bait tersebut menggambarkan sosok perempuan yang apa adanya dan tidak terpengaruh oleh tuntutan zaman. Perempuan yang tidak terbujuk oleh zaman modern yang bergelimpang ketamakan, keburukan dan kemunafikan.
Penggambaran lebih jauh lagi terlihat Pada bait :
“ Ia tidak harus mendongakkan kepala untuk menyirat
kehormatan…………………….
ketika tunduknya hati dan pandangan
menempatkan diri pada kemuliaan……………………
ia tidak harus berhiaskan intan berlian untuk meraih
keanggunan…………………….
ketika cahaya kesabaran akan meluruhkan kilaunya
dan butiran tasbih mulai menghitung nilai akhlaknya
”
pada bait ini dijelaskan bahwa perempuan haruslah rendah hati dan tidak menyombongkan diri, karena kesombongan adalah awal dari kehancuran. Dan kerendahan hati dan akhlaklah yang membawa kemuliaan dimata Tuhan.
Lebih jauh lagi penggambaran puisi ini terlihat pada bait selanjutnya :
“titian menuju ridha-Mu
memang tidak dihiasi mawar, melati dan sedap malam
sekali-kali saja masih tercium harumnya
karena mungkin masih ada terjaga
perilaku dan lisannya…………….
perjalanan ke sana sungguh panjang dan meletihkan
hanya mendung dan pelangi, hanya gelap dan terang
saling berganti menyapanya………………
Ilahi, tanpa keridhoan itu
bisakah sedekah, sholat dan sujudnya
mengantar diri ke ujung pengembaraan pada-Mu”
Pada bait-bait puisi ini di gambarkan bahwa menjadi perempuan di mata Tuhan bukanlah hal yang mudah. Banyak halangan  dan rintangan yang dilalui. Jalan yang panjanng dan berliku kadang membuat manusia terjatuh pada titik yang jauh akan nilai kebenaran. Dan disinilah ibadah yang menjadi jembatan atas keridhoan Tuhan .
2.      Feminisme dalam Lirik Lagu kupu-kupu baja dari Captain Jack band
Dalam lirik lagu ini juga mengambil tema  tentang perempuan. Dalam lirik lagu ini kaum wanita di gambarkan sudah mulai dilemahkan, banyak pelecehan seksual, aksi pornoaksi, penganiayaan terhadap perempuan. Ini terlihat dalam lirik berikut:
“dia bercerita tentang hidupnya yang selalu terjajah..
dia sedih akan nasib kaumnya yang dianggap tak setara..

dan terpenjara,
diperlakukan tak adil,
dia tak bisa menerima karna dia berbeda..
berbeda
…”
Kemudian di jelaskan dalam lirik lagu selanjutnya yang menggambarkan kebangkitan dari perempuan. Bangkit dari keterpurukan, bangkit dari ketidak adilan.
“aku tak akan lagi dianggap lemah,
dan dianggap tidak berdaya..
aku tak ingin lagi hidup terkekang,
dengan hanya sedikit pilihan, dengarkan aku berkata
..”
Mereka tak mau di anggap lemah dan tidak berdaya. Mereka akan bangkit walaupun hanya ada sedikit pilihan, karena setiap manusia diciptakan dengan pilihan, baik itu memilih yang baik maupun yang buruk.
Lebih jauh lagi lirik lagu dari band yang berasal dari Yogyakarta dan mengusung Genre Alternative Rock ini menjelaskan bahwa perempuan akan berjuang demi perubahan, seperti pada penggalan lirik
“aku tak akan lagi menjadi korban egoisnya kaum yang kuat..
aku tak akan mau hanya dianggap pendamping yang selalu menurut..
lihatlah aku berubah..

aku bukan makhluk lemah yang harus dimanjakan,
ku bukan makhluk lemah yang selalu diperdaya,
makhluk lemah ini telah bermetamorfosa jadi kupu kupu baja
…”
Penggalan lirik tersebut menggambarkan sosok perempuan yang tak mau menjadi korban dari manusia yang tak bertanggung jawab, manusia yang mengandalkan kekuatan dari keburukannya. Sekarangperempuan tak mau dianggap lemah dan tak berdaya, karena mereka akan bermetamorfosa menjadi kupu-kupu baja. Kupu-kupu yang indah dan mempunyai kekuatan untuk menentang ketidakadilan, membawa perubahan yang baik dan mendapat tempat yang sama dimata Tuhan.
Persamaan Dan Perbedaan Feminisme Puisi Muslimah dengan Lirik lagu Kupu-kupu Baja
            Persamaan antara Puisi Muslimah dengan Lirik lagu Kupu-kupu Baja terletak pada tema yang diangkatnya yaitu mengenai perempuan. Sementara perbedaan antara Puisi Muslimah dengan Lirik lagu Kupu-kupu Baja adalah Puisi Muslimah menggambarkan sosok Perempuan yang baik dimata Tuhan. Perempuan yang berakhlak mulia, perempuan yang berpenampilan apa adanya, perempuan yang tak ada rasa sombong dihatinya.Perempuan yang menaati perintah Tuhannya dan menjauhi larangannya.
            Sedangkan dalam lirik lagu “ kupu-kupu baja” dari Captain Jack band menggambar sosok perempuan yang terlihat lemah, tertindas, dan dianggap tidak berdaya, namun dengan kemauan dan tekat  yang kuat perempuan mampu melakukan perubahan. Perubahan yang baik bagi dirinya dan bagi orang lain. Perempuan yang berontak dengan kesadarannya. Menjadi pemberontak namun tetap berotak. Perempuan yang kuat namun  tetap memiliki kelembutan didalamnya
Kesimpulan
            Setelah melakukan analisis mengenai feminisme antara Puisi “muslimah” Karya Maria Ulfa dan Lirik lagu “kupu-kupu baja” dari Captain Jack Band dapat di simpulkan bahwa Permasalahan mengenai perempuan membuat sebagian orang berfikir untuk membuatnya sebagai tema yang diangkat dalam puisi. Puisi dijadikan sebagai wahana menyalurkan inspirasi maupun aspirasi bagi perempuan yang lain. Mereka mulai menanggapi serius masalah-masalah ketidak adilan terhadap perempuan, maupun masalah kesetaraan gender yang lainnya.
            Dalam menganalisis antara Puisi “muslimah” Karya Maria Ulfa dan Lirik lagu “kupu-kupu baja” dari Captain Jack Band terdapat persamaan dan perbedaan didalamnya. Persamaan terletak pada tema yang diangkatnya yaitu perempuan. perbedaan antara Puisi “muslimah” Karya Maria Ulfa dan Lirik lagu “kupu-kupu baja” dari Captain Jack Band terdapat pada sosok perempuan yang digambarkan. Pada puisi “muslimah” penggambaran mengenai perempuan terhadap Tuhannya sedangkan pada  Lirik lagu “ kupu-kupu baja” mengenai perempuan yang mencoba berontak dan ingin hidup lebih baik dari keadaannya yang sekarang.
Saran
Setelah melakukan analisis mengenai feminisme pada Puisi Muslimah dan Lirik lagu kupu-kupu baja ini, penulis merasa bahwasanya analisis ini belum sempurna.  Hal ini dikarenakan penulis masih dalam tahap belajar, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik untuk membangun agar analisis ini bisa lebih sempurna lagi

Persantunan
Penulis dalam melakukan analisis ini tidaklah akan berhasil apabila tidak ada dorongan dan motivasi dari pihak lain.  Untuk itu penulis berterimakasih kepada :
1.       Allah SWT, yang telah memberikan anugerah berupa akal fikiran, sehingga penulis mampu mendapat pencerahan dalam menganalisis
2.      Orang tua, yang telah memberikan doa dan juga semangat kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas untuk menganalisis
3.      Ibu Yosi Wulandari , selaku dosen pengampu mata kuliah Sastra Banding, yang telah membimbing dan mengarahkan bagaimana cara  untuk menganalisis sebuah karya sastra, sehingga tugas untuk menganalisis dapat terselesaikan

Daftar pustaka
Djajanegara, Soenarjati. 2000. Kritik Sastra Feminis: Sebuah Pengantar. Jakarta:  Gramedia Pustaka Utama.
E. Kosasih. 2003. Ketatabahasaan dan Kesusastraan. Bandung: CV Yrama Widya.
Herman J. Waluyo. 1997. Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta: Erlangga.
Pradopo, Rachmat Djoko.2003. prinsip-prinsip kritik sastra. Yogyakarta: Gadjah mada university.
Ratna, Nyoman Khuta.2004. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
                                    . 2005. Sastra dan Cultural Studies : Representasi Fiksi dan Fakta. Yogyakarta
Captain Jack band. 2012. New single kupu-kupu baja
Widjanarko,dika. Kumpulan 30 puisi tentang wanita
»»  READMORE...

TUGAS SEMANTIK



TUGAS SEMANTIK

A.    Pengertian semasiologi

Definisi semasiologi yang paling umum adalah ilmu tentang tanda (berasal dari bahasa Yunani semeîonn yang berarti “tanda”). Semasiologi sebagai ilmu baru pada 1820-1925 itu belum disadari sebagai semantik. Istilah Semasiologi sendiri adalah istilah yang dikemukakan Reisig.

B.     Periode Sejarah Semantik

Aristoteles ( 384 – 322 SM )
Aristoteles menyebutkan bahwa makna sebagai bagian dari definisi kata . Kata adalah satuan terkecil yang mengandung makna .

Periode Pertama

C. Chr Reisig ( 1825 )
Reisig (1825) sebagai salah seorang ahli klasik mengungkapkan konsep baru tentang grammar (tata bahasa) yang meliputi tiga unsur utama, yakni etimologi, studi asal-usul kata sehubungan dengan perubahan bentuk maupun makna; sintaksis, tata kalimat dalam semasiologi, ilmu tanda (makna). Semasiologi sebagai ilmu baru pada 1820-1925 itu belum disadari sebagai semantik. Istilah Semasiologi sendiri adalah istilah yang dikemukakan Reisig.
Pada periode pertama ini meliputi setengah abad termasuk di dalamnya kegiatan reisig, maka ini disebut sebagai ‘Undergound’ period.

Periode Kedua
Breal ( 1883 ) essai de semantique
Breal menyebut semantic namun masih bersifat historis atau diakronis , sejarah atau latar belakang.
Periode Ketiga

Masa perkembangan ketiga, studi makna ditandai dengan munculnya karya filolog Swedia Gustaf Stern (1931) yang berjudul “Meaning and Change of Meaning With Special Reference to the English Language Stern melakukan kajian makna secara empiris

Istilah Semantik baru muncul pada tahun 1984 yang dikenal melalui American Philological Association ‘organisasi filologi amerika’ dalam sebuah artikel yang berjudul Reflected  Meanings: A point in Semantics. Istilah semantik sendiri sudah ada sejak abad ke-17 bila dipertimbangkan melalui frase semantics philosophy. Sejarah semantik dapat dibaca di dalam artikel “An Account of the Word Semantics (Word, No.4 th 1948: 78-9). Breal melalui artikelnya yang berjudul “Le Lois Intellectuelles du Language” mengungkapkan istilah semantik sebagai bidang baru dalm keilmuan, di dalam bahasa Prancis istilah sebagai ilmu murni historis (historical semantics). Historical semantics ini cenderung mempelajari semantik yang berhubungan dengan unsur-unsur luar bahasa, misalnya perubahan makna dengan logika, psikologi, dst. Karya Breal ini berjudul Essai de Semanticskue. (akhir abad ke-19).
Semantik dinyatakan dengan tegas sebagai ilmu makna, baru pada tahun 1990-an dengan munculnya Essai de semantikue dari Breal, yang kemudian pada periode berikutnya disusul oleh karya Stern. Tetapi, sebelum kelahiran karya stern, di Jenewa telah diterbitkan bahan, kumpulan kuliah dari seorang pengajar bahasa yang sangat menentukan perkembangan linguistik berikutnya, yakni Ferdinand de Saussure, yang berjudul Cours de Linguistikue General.
Pada tahun 1923 muncul buku The Meaning of Meaning karya Ogden & Richards yang menekankan hubungan tiga unsur dasar, yakni ‘thought of reference’ (pikiran) sebagai unsur yang menghadirkan makna tertentu yang memiliki hubungan signifikan dengan referent(acuan). Pikiran memiliki hubungan langsung dengan symbol (lambang). Lambang tidak memiliki hubungan langsung dengan symbol (lambang). Lambang tidak memiliki hubungan yang arbitrer. Sehubungan dengan meaning, para pakar semantik biasa menetukan fakta bahwa asal kata meaning(nomina) dari to mean (verba), di dalamnya banyak mengandung ‘meaning’ yang berbeda-beda. Leech (1974) menyatakan bahwa ahli-ahli semantik sering tidak wajar memikirkan’the meaning of meaning’ yang diperlukan untuk pengantar studi semantik. Mereka sebenarnya cenderung menerangkan semantik dalam hubungannya dengan ilmu lain; para ahli sendiri masih memperdebatkan bahwa makna bahasa tidak dapat dimengerti atau tidak dapat dikembangkan kecuali dalam makna nonlinguistik.

          Istilah semantik pun bermacam-macam, atara lain, signifik, semisiologi, semologi, semiotik, sememmik, dan semik. Palmer (1976), Lyons (1977), dan Leech (1974) menggunakan sitilah semantcs. Lehrer (1974) mengemukakan bahwa semantik merupakan bidang yang sangat luas, karena ke dalamnya melibatkan unsur-unsur struktur dan fungsi bahasa, yang berkaitan erat dengan psikologi, filsafat dan antropologi, serta sosiologi. Antropologi berkepentingan di bidang semantik antara lain, karena analisis makna di dalam bahasa dapat menyajikan klasifikasikasi budaya pemakai bahasa secara praktis. Ilsafat berhubungan erat dengan semantik karena persoalan makna tertentu yan dapat dijelaskan secara filosofis (mis, makna ungkapan dan peribahasa). Psikologi berhubungan erat dengan semantik karena psikologi memanfaatkan gejala kejiwaan yang ditampilkan manusia secara verbal dan nonverbal. Sosiologi memiliki kepentingan dengan semantik, karena ungkapan atau ekspresi tertentu dapat memandai kelompok sosial atau identitas sosial tertentu.

Sumber :
Rangkuman buku catatan
http://anaksastra.blogspot.com/2008/11/sejarah-semantik.html
»»  READMORE...

SOSOK WARTAWAN



SOSOK WARTAWAN
Narasumber : JAJAK AN

ID CARD:















Jajak AN adalah sosok wartawan yang bekerja dimajalah GENTA ( Majalah Pendidikan dan keluarga). Majalah genta adalah majalah dua mingguan yang berasal dari Sragen. Majalah ini belum bayak di kenal di masyarakat Jawatengah, namun sudah cukup dikenal di kota asalnya. Majalah ini sudah terbit lebih dari 300 edisi.
Wartawan atau jurnalis adalah sosok yang bebas dari segala tekanan, keberadaanya lebih banyak disegani dan disukai oleh semua kalangan. Diera yang maju sekarang ini, sosok wartawan telah banyak dikenal melalui karyanya diberbagai media, baik itu media cetak maupun media elektronik. ada beberapa pendapat mengenai sosok wartawan menurut bapak Jajak AN:
1.      Wartawan adalah profesi yang ditakuti tapi juga disenangi
2.      Wartawan itu tidak boleh meliput seenaknya.
3.      Wartawan itu tidak boleh dihalangi dalam mencari berita.
4.      Wartawan juga merupakan manusia biasa.
5.      Wartawan tidak boleh menyudutkan narasumber.
6.      Terkadang wartawan juga lebih peka dari pada polisi.


Dilihat dari penampilannya wartawan itu mirip seperti photographer. Tetapi photographer itu sendiri merupakan sebuah profesi yang berbeda dengan wartawan. Banyak orang salah membedakan antara photographer dengan jurnalis. Sosok wartawan sering berpenampilan apaadanya dan tidak berlebihan dalam berpakaian. Biasanya sosok wartawan memakai ID card. Id card tersebut kadang diperlihatkan kadang juga disembunyikan, tetapi wartawan yang baik itu selalu meperhatikan Id cardnya kepada narasumber. Wartawan juga bisa meberikan identitasnya belakangan setelah mendapat informasi dari narasumber. Jika narasumber keberatan dengan berita yang akan dimuat, maka nama narasumber dapat diganti dengan Anonim, jika narasumber masih keberatan maka berita tidak jadi diterbitkan.
Dalam dunia jurnalis dikenal juga istilah kontributor. kontributor juga berbeda dengan wartawan, banyak kontributor yang mengaku sebagai wartawan. Dijaman globalisasi seperti sekarang ini juga  terdapat istilah wartawan facebook atau wartawan online. Wartawan online ini biasanya memposting beritanya di media online seperti Facebook,Twitter, Blogspot, maupun yang lainnya.
Seorang wartawan juga memiliki target dalam mencari berita. Target tersebut biasanya diberikan oleh atasannya, misalnya dalam seminggu harus dapat tiga berita dan sebagainya. Ada juga wartawan yang malas, sehingga membuat beritanya dikebut dan membuat berita yang asal-asalan. Terlepas dari semua itu Sosok wartawan juga merupakan manusia biasa, yang tak luput dari dosa dan kesalahan.



            Narasumber : Jajak AN
Tempat: Depan Grandmall Solo, saat Car Free Day
Tanggal: 24 November 2013, Pukul: 08.30 WIB
»»  READMORE...

TOKOH PERS INDONESIA



TOKOH PERS INDONESIA
DJAMALUDDIN ADINEGORO

Nama aslinya sebenarnya bukan Adinegoro, melainkan Djamaluddin gelar Datuk Maradjo Sutan.  Ia adalah adik sastrawan Muhammad Yamin. Mereka saudara satu bapak, tetapi lain ibu Ayah Adinegoro bernama Usman gelar Baginda Chatib dan ibunya bernama Sadarijah,sedangkan nama ibu Muhammad Yamin adalah Rohimah. Ia memiliki seorang istri bernamaAlidas yang berasal dari Sulit Air, X Koto Diatas, Solok, Sumatera Barat.
Nama Adinegoro adalah nama yang disarankan oleh seorang wartawan yang mempunyai nama samaran Nitinegoro. Nama yang sebenarnya adalah Landjumin Datuk Tumenggung, seorang wartawan Bintang Timoer, anggota volksraad dan juga menjadi patih di Betawi.
            Beliau dilahirkan pada tanggal 14 Agustus 1904 di Talawi, Sumatra Barat dan meninggal di Jakarta, 8 Januari 1967 pada umur 62 Tahun . Karena dia gemar menulis maka dia dijadikan pembantu tetap di majalahTjahaja Hindia. Selama perjalanannya di berbaga Negara bagian Eropa, beliau rajin mengirimkan artikel-artikelnya ke majalah Pandji Poestaka, Pewarta Deli (Medan), dan Bintang Timoer (Jakarta). Sepulangnya dari Eropa, beliau diangkat menjadi pemred Pandji Poestaka. Selain itu, setelah berhenti padaPandji Poestaka, beliau memimpin harian Pewarta Deli.
            Pada masa penjajahan Jepang, Pewarta Deli terpaksa diberhentikan. Lalu muncullah Sumatera Shimbun yang dipimpin oleh Adinegoro. Dari sumatera, beliau pindah ke Jawa dan mendirikan majalah Mimbar Indonesia. Majalah tersebut adalah majalah perjuangan yang isinya padat dan bermutu. Setelah proklamasi, Adinegoro diangkat menjadi presiden menjadi Ketua Komite Nasional Sumatera. Kemudian beliau mendirikan harian Kedaulatan Rakjat di Bukittinggi. Pada tahun 1951, beliau memimpin Yayasan Persbiro Indonesia dan mendirikan Perguruan Tinggi Publisistik serta Fakultas Publisistik dan Jurnalistik di UNPAD Bandung.




Sumber :
»»  READMORE...

SADAR Part II ( puisi )


SADAR Part II

Menyikap malam
Mengikat hati
Merebahkan harapan
Lewati  hari penuh nafsu abadi

Singkirkan iman
Halangi moral
padamkan perilaku
rusakkan memori bernama nurani

sadarlah akan sadarku
sadarlah akan sadarmu
sadarlah akan sadar mereka
sadarlah akan sadar kalian
sadarlah akan sadar dariNya

Dyan Scream Uchiha



»»  READMORE...