Widget edited by super-bee

Kamis, 16 Mei 2013

MONSTER DIARY part II


Monster diary


Kenapa semua menjadi tak jelas

apa karna hanya aku yang kalian anggap tak pantas

kenapa semua menjadi samar di mataku

apa karna semua dianggap benar oleh mata busuk mereka



aku pernah berteriak tak adil

pada para pemilik hati yang tak bernurani

tapi semuanya terasa berat seakan-akan sekarat

bahkan tak bisa lagi untuk merasakan isakan tawa dunia

terinjak dan tak mampu beranjak dari singgahsana kenistaan

mungkin mereka benar . . . . . . .

aku hanya mengais sisa dari sebuah harapan










Dyan scream uchiha

may 2013

»»  READMORE...

per-TENTANG-an ( Monster diary )



per-TENTANG-an 





Aku tak tau apa itu logaritma , kapitalisme, and what the fuck apapun itu

Yang ku tahu hanya omong kosong tentang waktu

Aku tak mengerti apa itu sakartis, katalis ataupun anarkis

hanya saja aku tak takut mereka kembali menangis



Aku masih saja terpaku dengan logika berbentuk bualan tanda Tanya

Mereka tetap saja marah hanya karena mereka tak bisa berubah

Dan yang mereka lakukan hanya pasrah sekaligus menyerah





Ini bukan hanya tentang omong kosong, tapi lebih dari itu !!!!!!!

Ini tentang kehidupan

Aku masih butuh waktuMu . . . . . . . . . . .







Dyan scream uchiha
Tempat sempit , mei 2013

»»  READMORE...

Sabtu, 11 Mei 2013

Analisis cerpen menggunakan kajian struktural


PENGKAJIAN FIKSI
ANALISIS CERPEN

Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah
Pengkajian Fiksi
Pengampu: Ali Imron Al’Maruf



Disusun oleh :
Dian Sukma Raharja                      A 310110107





PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2013




PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Pengkajian terhadap karya fiksi berarti penelaahan, penyelidikan, atau mengkaji, menelaah, menyelidiki karya fiksi tersebut. Untuk melakukan pengkajian terhadap unsur-unsur pembentuk karya sastra, khususnya fiksi, pada umumnya kegiatan itu disertai oleh kegiatan analisis. Istilah analisis, misalnya analisis karya fiksi, menyaran pada pengertian mengurai karya itu atas unsur-unsur pembentuknya tersebut.
Selain itu, dalam melakukan pengkajian sebuah karya sastra, khususnya fiksi kita hendaknya melakukan pengkajian dengan menggunakan teori-teori pengkajian fiksi. Ada beberapa teori yang dapat digunakan dalam melakukan pengkajian karya sastra yang berupa fiksi, misalnya teori struktural, teori semiotik, teori psikologi, teori sosiologi, dan lain-lain. Dalam makalah ini akan membahas mengenai bentuk pengkajian fiksi yaitu cerita pendek dengan menggunakan teori strukturalisme.

B.       Rumusan Masalah
1.    Bagaimana analisis cerpen “ Galigi “ dengan menggunakan teori struktural ?

C.       Tujuan
1.    Mampu menjelaskan analisis cerpen “ Galigi “ dengan teori struktural.










PEMBAHASAN
Sinopsis cerpen “ Galigi “
Karya Gunawan Maryanto

            Saya melihat sepasang mata yang menakutkan. Ki sanak bias melihatnya sendiri tanpa saya harus berpanjang lebar menceritakan betapa mengerikannya mata saya. Seluruh orang yang telah bertatapan (sengaja maupun tidak ) dengan saya, tak terkecuali ibu saya yang dikemudian hari saya tahu dia bukan ibu saya yang sebenarnya, mengatakan bahwa di dalam sepasang mata saya tersimpan gambar kematian mereka. Kematian dalam wujud yang paling menakutkan. Sepasang mata saya adalah mimpi buruk yang tak mau mereka ulangi sekali lagi. Setelah bertatapan dengan mata saya untuk pertama kalinya, mereka akan menghindar sejauh-jauhnya sambil mengajak orang-orang yang bahkan belum pernah bertemu dengan saya. Hanya ibu saya satu-satunya orang yang tetap bertahan di dekat saya, yang tidak takut dengan kematian.


Dalam bagian pembahasan ini merupakan hasil pengkajian fiksi dari sebuah cerita pendek  yang memiliki identitas sebagai berikut :

Judul                           : Galigi
Penulis                         : Gunawan Maryanto
Sumber/Penerbit          : Galigi , Kumpulan Cerpen
(Penerbit koekoesan)






PENGKAJIAN CERITA PENDEK
“ Galigi“

Kajian Struktural
Pengkajian fiksi yang berupa cerita pendek,secara struktural memiliki beberapa aspek yang dikaji, diantaranya adalah.
1.      Tema
Tema pada cerita pendek yang berjudul “Galigi” karya dari Gunawan Maryanto ini adalah kematian.

2.      Fakta Cerita
a)         Penokohan
       Terdapat beberapa penokohan dalam cerita pendek ini, antara lain.
§  Saya/ ki sanak
seseorang yang bercerita mengenai Galigi ,lelaki bertubuh kecil bermata aneh dan bergigi besar tak beraturan.
§  Galigi
lelaki yang diceritakan oleh “ Saya “ yang digambarkan sebagai seorang lelaki bertubuh kecil bermata aneh dan bergigi besar tak beraturan, dia mempunyai mata yang mampu melihat kematian orang lain.
Ibu galigi
§   seorang ibu yang tegar , walaupun dia tahu kapan kematian aka menjemputnya  karena sudah tergambar jelas di mata anaknya. Walaupun anak tersebut tak pernah dilahirkannya. Dia tak takut akan kematian
§  Lubdaka
Seorang pembunuh , perampok , pemerkosa , semua kejahatan mungkin sudah pernah dilakukan olehnya. Dia sangat kejam tapi dia juga sangat bijaksana.
§  Umang
Pacar kecil Lubdaka
§  Khima
Gadis buta yang pandai bermain sitar

b)        Alur atau Plot
Alur cerita dalam cerpen “Maju mundur” ini adalah alur maju.
Dimulai dari tahap.


1)                  Perkenalan
                        Menceritakan tentang galigi , seorang lelaki yang mempunya mata yang bisa melihat kematian orang lain
2)          Pemunculan Konflik
Ketika ibu galigi meninggal dunia , dan galigi di usir dari kampong halamannya
3)                  Konflik Meningkat
Ketika galigi menjadi perampok bersam lubdaka dan membakar sebuah kampung
4)                  Klimaks atau Puncak
Ketika lubdaka dan galigi bertemu dengan gadis buta yang pandai bermain sitar .
5)                  Penyelesain
.           saat lubdaka meninggal dunia , dan galigipun akhirnya menyesal karena tubuhnya telah hancur dan tinggal sisa-sisa

c)         Latar atau Setting
§  Latar tempat : Kampung halaman galigi, padang ilalang , telaga.
§  Latar waktu : sore hari saat ibu dari galigi dimakamkan


3.      Sarana Sastra
a)  Simbol
                        Menggunakan symbol-simbol yang mungkin sulit dipahami oleh pembaca pemula


b)      Bahasa atau Gaya Bahasa
Dalam cerpen “Galigi”, penulis cenderung menggunakan bahasa yang rumit dan sulit dipahami oleh pembaca . bisa jadi penulis sengaja melakukan itu agar pembaca berpikir ulang dua kali untuk menyelesaikan membaca cerpen ini

c)      Sudut Pandang
Menggunakan sudut pandang orang ke tiga pelaku sampingan

d)     Penafsiran penokohan
Tokoh galigi ini mempunyai sikap percaya diri yang tinggi , tidak takut apapun bahkan dengan kematian sekalipun.
e)       penafsiran ironi
konflik batin yang dialami oleh galigi , karena dia mempunyai mata yang menurutnya terkutuk . sebenarnya dia tidak ingin mempunyai mata yang bias melihat kematian orang lain.
4.      Amanat
Tetap tegar menghadapi cobaan , jangan pernah lupakan Tuhan . Jangan takut dengan kematian , karena kematian adalah kehidupan yang sebenarnya









PENUTUP
Kesimpulan

Pengkajian fiksi yang berupa cerita pendek,secara struktural memiliki beberapa aspek yang dikaji, diantaranya adalah Tema , penokohan , alur ,latar/ setting, symbol, gaya bahasa,sudut pandang , penafsiran penokohan ,penafsiran ironi, dan amanat.

























DAFTAR PUSTAKA

Maryanto, gunawan. 2007.Galigi, Kumpulan Cerpen. Depok: Penerbit koekoesan

»»  READMORE...

Jumat, 10 Mei 2013

Lirik lagu Captain Jack - Buat Yang percaya






sebegitu sulitkah
percaya pada orang lain
sebegitu sulitkah
percaya pada seorang sahabat
sebegitu mudahkah
semua orang saling mengkhianati
sebegitu wajarkah
bila siapa pun tak dapat di percaya
karena kita hanya manusia
yang selalu ditutupi kebohongan
walaupun hati nurani t’rasa t’lah berpaling
kita selalu berdusta
menutupi segala kekurangan
walaupun hati nurani terkadang menangis
masihkah mungkin
percaya sesuatu yang benar
masihkah mungkin
bedakan hal yang salah
masihkah bisa
rasa percaya di percayai
akankah bisa
percaya pada diriku sendiri
karena kita hanya manusia
yang selalu ditutupi kebohongan
walaupun hati nurani t’rasa t’lah berpaling
kita selalu berdusta
menutupi segala kekurangan
walaupun hati nurani terkadang menangis
jangan pernah percaya siapa pun 4x







»»  READMORE...